Pintu Ilmu Kebanjiran

menjemur buku yang kebanjiran

Menyortir buku yang kebanjiran

Setelah dipilah, buku-buku yang basah kami jemur.

Suatu sore, sekitar November 2009, hujan turun sangat deras. Kami semua bergelung di dalam rumah. Ternyata, tanpa kami ketahui, selokan di depan rumah tertutup. Ada pecahan ubin yang memang sengaja diletakkan untuk menghalangi bola pingpong agar tidak bergulir ke dalam selokan.

Hujan yang sedemikian deras menggelontorkan air ke dalam ruang Pintu Ilmu. Sebagian buku yang tersusun di lantai terendam. Ada juga rak yang basah kuyup karena atap bocor. Sungguh nelangsa.

Alhamdulillah, keesokan harinya hari cerah, matahari terik. Kami memilah berbagai barang yang basah…terutama buku-buku. Banyak buku dan majalah yang terpaksa dibuang karena kerusakannya terlalu parah. Sedih…..

2 tanggapan untuk posting ini.

  1. Posted by Eveline on 11 Mei 2011 at 02:54

    Na, bisa dilink ke FB atau twitter? Kapan pintu ilmu bikin belajar bareng lg?

    Balas

    • Posted by anna farida on 11 Mei 2011 at 03:59

      tar kl udah ada foto2nya yaaa… Acara hari ini sehari saja. Tar libur panjang Juni kita bikin yg hebooooh…

      Balas

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.